Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah, Sebut Fondasi Ketahanan Pangan
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
JAKARTA, Kacakmedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB hingga Rabu (1/7) pagi masih berlangsung dan berpotensi meluas berdasarkan hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB.
Baca juga:
Partai Gelora Dorong Perempuan Berperan Strategis dalam Pengambilan Keputusan Publik
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menginstruksikan seluruh jajaran agar segera memperkuat upaya penanganan di lapangan melalui asesmen lanjutan, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta percepatan proses pemadaman.
“Upayakan segera dipadamkan,” tegas Suharyanto.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, proses pemadaman menghadapi berbagai kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. Titik api juga berada di tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas di darat.
Baca juga:
Nelly Syara Debut Lewat Single “Tak Harus Sempurna”, Angkat Pesan Menerima Diri Apa Adanya
Selain itu, kondisi cuaca panas disertai hembusan angin yang cukup kencang menyebabkan api cepat menyebar ke berbagai arah.
Untuk mendukung operasi pemadaman, BNPB mengerahkan helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 yang direposisi dari Provinsi Jambi ke Tangerang. Sebelumnya, helikopter tersebut bertugas membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.
Helikopter tersebut memiliki kapasitas membawa hingga 4.000 liter air yang dapat dijatuhkan langsung ke titik-titik api dari udara.
“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto.
Selain operasi udara, upaya pemadaman dari darat juga terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang masih dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api.
Baca juga:
Alam Takambang Jadi Guru: Filosofi Minangkabau yang Tetap Relevan di Era Digital
Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.
Kebakaran tersebut juga mulai berdampak pada masyarakat sekitar. Sebanyak 15 jiwa atau lima kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat terdampak asap kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan, tim medis telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. BNPB bersama pemerintah daerah juga membagikan masker guna mengurangi risiko paparan asap.
Meski lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hingga saat ini operasional penerbangan masih berlangsung normal dan belum terdampak.
BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran dapat segera dikendalikan, tidak meluas, serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis lainnya.