Transmigran Nobar Piala Dunia 2026, Wamen Viva Yoga: Sportivitas dan
Telkom University Hadirkan Biopori dan Komposter Elektronik untuk Dukung Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan di Margasari
BANDUNG, Kacakmedia.com – Tim dosen dan mahasiswa dari Kelompok Keahlian (KK) CITI Fakultas Informatika Telkom University menghadirkan inovasi teknologi ramah lingkungan berupa lubang biopori dan komposter elektronik untuk mendukung pengelolaan sampah domestik dan meningkatkan resapan air di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi upaya Telkom University dalam menjawab tantangan pengelolaan lingkungan di kawasan perkotaan padat penduduk melalui penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.
Baca juga:
BPS: Produksi Jagung Naik hingga Mei 2026, Produksi Padi Turun Tipis
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan alat, sosialisasi, serta pelatihan kepada warga dan aparatur Kelurahan Margasari yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Margasari pada Kamis (2/7/2026).
Integrasikan Biopori dan Komposter Elektronik
Kelurahan Margasari dipilih sebagai lokasi program karena merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Buahbatu, yakni mencapai 36.024 jiwa, serta telah mengembangkan program pertanian perkotaan (urban farming) melalui Program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) di RW 10.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University, Dr. Kusuma Adi Achmad, S.Kom., M.T., mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat tata kelola lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
“Lubang biopori berfungsi ganda untuk meningkatkan laju infiltrasi air hujan ke dalam tanah guna mencegah genangan, sekaligus menjadi wadah pengomposan alami. Sementara itu, komposter elektronik menawarkan solusi pengolahan sampah organik yang jauh lebih cepat, higienis, dan terukur secara teknis dibandingkan metode konvensional,” ujarnya.
Baca juga:
Nelly Syara Debut Lewat Single “Tak Harus Sempurna”, Angkat Pesan Menerima Diri Apa Adanya
Menurutnya, teknologi tersebut mampu mengurangi beban sampah rumah tangga langsung dari sumbernya. Hasil pengolahan berupa pupuk organik berkualitas kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya tanaman pangan di lingkungan warga.
Lima Tahapan Pelaksanaan
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui lima tahapan utama untuk memastikan keberlanjutan implementasi, yaitu:
- asesmen kebutuhan dan pemetaan wilayah;
- perancangan sistem serta penyusunan standar operasional (SOP);
- pelaksanaan pilot project;
- pelatihan intensif bagi operator lokal dan kader lingkungan;
- pendampingan serta penanganan kendala teknis pascaimplementasi.
Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat mampu mengoperasikan sekaligus merawat teknologi yang telah dihibahkan secara mandiri.
Baca juga:
PHR Jalankan 327 Program Pemberdayaan Masyarakat, Jangkau 10.000 Penerima Manfaat di Sumatra
Dapat Apresiasi dari Kelurahan
Lurah Margasari, Wahyu A. Affandi, S.IP., M.Si., mengapresiasi kontribusi Telkom University dalam mendukung pengelolaan lingkungan di wilayahnya.
Pihak kelurahan juga berkomitmen menjaga keberlanjutan fasilitas yang diberikan melalui perawatan berkala agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Kepuasan Peserta Capai 100 Persen
Keberhasilan program juga terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 100 persen.
Seluruh peserta menilai materi pelatihan mudah dipahami, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah lain.
Baca juga:
Kortas Tipikor Polri Uji Keaslian 74 Kg Emas Sitaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Ke depan, Tim Kelompok Keahlian CITI Telkom University berencana memperluas cakupan implementasi program sekaligus mengembangkan sistem berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi kompos secara digital dan terintegrasi.
Melalui sinergi antara teknologi terapan, edukasi, dan partisipasi masyarakat, Kelurahan Margasari diharapkan dapat menjadi salah satu percontohan kawasan perkotaan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan di Kota Bandung.