Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah, Sebut Fondasi Ketahanan Pangan
Kekeringan Masih Mendominasi, BNPB: Ribuan Warga di Sejumlah Daerah Kesulitan Air Bersih
JAKARTA, kacakmedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi bencana di berbagai wilayah Indonesia hingga Kamis (25/6/2026). Memasuki musim kemarau, bencana kekeringan masih mendominasi dan berdampak pada ribuan warga di sejumlah daerah.
Selain kekeringan, BNPB juga terus memantau kejadian tanah longsor, banjir rob, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kekeringan yang terjadi sejak 23 Juni 2026 berdampak pada 42 kepala keluarga (KK) atau 125 jiwa di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih kepada seluruh warga terdampak.
Baca juga:
Aboe Bakar Alhabsyi Ajak Warga Tetap Tenang Hadapi Pemadaman Listrik Bergilir di Kalimantan Selatan
Sementara itu, tanah longsor di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 10 KK atau 39 jiwa mengungsi. Selain itu, 25 KK atau 87 jiwa lainnya masih berada dalam kawasan berisiko longsor. Pemerintah daerah bersama BPBD telah membangun tenda pengungsian, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
Di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kebakaran hutan dan lahan menghanguskan sekitar 50 hektare lahan di Kampung Mekar Sari, Distrik Bomberay. Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran pada hari yang sama dan hingga kini terus melakukan pemantauan di lokasi.
Kekeringan Meluas di Jawa
BNPB mencatat kekeringan semakin meluas di sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebanyak 2.172 KK atau 5.425 jiwa terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan sedikitnya 130.000 liter air bersih, termasuk distribusi terbaru sebanyak 5.000 liter di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Sementara itu di Kabupaten Bogor, kekeringan berdampak pada 1.141 KK atau 4.092 jiwa. Distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan, termasuk ke wilayah Kecamatan Nanggung.
baca juga:
BNPB: Pembangunan Huntara Korban Gempa Sigi Dimulai, Gempa Susulan Capai 1.349 Kali
Di Jawa Tengah, beberapa daerah juga mengalami kondisi serupa.
Kabupaten Banjarnegara mencatat 339 KK atau 2.069 jiwa terdampak kekeringan, sementara di Kabupaten Klaten sebanyak 2.161 KK atau 6.859 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Hingga 24 Juni 2026, BPBD Klaten telah menyalurkan 121 tangki air bersih atau sekitar 605.000 liter.
Di Kabupaten Cilacap, kekeringan berdampak pada 667 KK atau 2.386 jiwa. BPBD telah mendistribusikan 25.000 liter air bersih kepada warga di beberapa kecamatan terdampak.
Selain itu, banjir rob di Kabupaten Pati mulai berangsur surut. Sebanyak 127 KK dan 73 rumah terdampak, namun kebutuhan dasar masyarakat masih dapat terpenuhi.
Lombok Barat dan Kalimantan Tengah Juga Dipantau
Di luar Pulau Jawa, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mencatat 4.245 KK atau 12.008 jiwa terdampak kekeringan. Hingga 24 Juni 2026, distribusi air bersih telah mencapai 450.000 liter untuk empat desa dan sembilan dusun.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian. Luas lahan terbakar sejak Januari hingga 24 Juni 2026 mencapai 457,22 hektare. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga darurat hingga 31 Oktober 2026.
Baca juga:
Atalia Praratya Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
Penanganan Gempa Sigi Terus Berlanjut
BNPB juga terus mendampingi penanganan pascagempa bumi di Sulawesi Tengah yang terjadi pada 16 Juni 2026.
Gempa tersebut berdampak pada 3.671 KK atau 9.827 jiwa di empat kabupaten dan satu kota, serta menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat 81 korban luka ringan dan 14 korban luka berat.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, bantuan BNPB tahap III telah tiba di lokasi dan pembangunan hunian sementara (huntara) mulai dilaksanakan di Kabupaten Sigi.
Baca juga:
Alam Takambang Jadi Guru: Filosofi Minangkabau yang Tetap Relevan di Era Digital
BNPB Imbau Tingkatkan Kesiapsiagaan
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak serta memperkuat langkah mitigasi bencana. Sementara itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kondisi yang berpotensi memicu bencana.