Transmigran Nobar Piala Dunia 2026, Wamen Viva Yoga: Sportivitas dan
Silat Harimau Minangkabau Indonesia Gelar Kejurnas di Palembang, Diikuti 100 Pesilat dari 16 Provinsi Angkat Warisan Budaya Nusantara
Diikuti 100 Pesilat dari 16 Provinsi
PALEMBANG, Kacakmedia.com – Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Silat Harimau Minangkabau Indonesia, sebuah ajang nasional yang tidak hanya menjadi kompetisi seni bela diri, tetapi juga sarana pelestarian warisan budaya Minangkabau kepada generasi muda.
Kejuaraan yang digelar di Atrium Lantai 4 PTC Mall Palembang, Sabtu (11/7/2026), diikuti sekitar 100 pesilat dari 16 provinsi di Indonesia. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga bersaing meraih Piala Bergilir Ketua Umum DPP Gebu Minang, Dr. Oesman Sapta Datuk Bandaro Sutan Nan Kayo.
Baca juga:
BPS: Inflasi Tahunan Juni 2026 Capai 3,34 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Pembukaan Kejurnas dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Provinsi Sumatera Selatan, Panji Krisna Wardana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal DPP Gebu Minang, Dr. Yuliandre Darwis, yang mewakili Ketua Umum DPP Gebu Minang, Dr. Oesman Sapta Datuk Bandaro Sutan Nan Kayo, serta tokoh-tokoh masyarakat Minangkabau dari berbagai daerah.
Palembang Dipercaya Jadi Tuan Rumah Perdana
Dipilihnya Palembang sebagai lokasi penyelenggaraan Kejurnas Silat Harimau Minangkabau I menjadi kebanggaan bagi Pengurus Perwakilan Wilayah (PPW) Sumatera Selatan yang dipimpin Irwansyah Masri.
Kepercayaan tersebut diberikan langsung oleh Guru Gadang bersama pengurus pusat Silat Harimau Minangkabau sebagai bentuk apresiasi atas perkembangan organisasi dan pembinaan silat tradisional di Sumatera Selatan.
Baca juga:
PHR Jalankan 327 Program Pemberdayaan Masyarakat, Jangkau 10.000 Penerima Manfaat di Sumatra
Lestarikan Warisan Budaya Minangkabau
Dalam sambutannya, Yuliandre Darwis menegaskan bahwa Silat Harimau Minangkabau merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, bagi masyarakat Minangkabau, khususnya para perantau, silat tidak hanya menjadi keterampilan bela diri, tetapi juga sarana menjaga jati diri dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya.
“Silat Harimau bukan hanya mengajarkan teknik mempertahankan diri, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, berpikir cerdas, berakhlak, serta selalu mengingat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kejurnas ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
“Kejurnas ini bukan sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan budaya Minangkabau kepada generasi muda agar mereka mencintai dan terus melestarikan warisan leluhur,” katanya.
Diikuti Pesilat dari 16 Provinsi
Kejuaraan nasional perdana tersebut diikuti sekitar 100 pesilat yang berasal dari 16 provinsi di Indonesia.
Selain menjadi ajang pembinaan prestasi olahraga tradisional, Kejurnas juga memperkuat tali persaudaraan antarperguruan silat dan komunitas Minangkabau di berbagai daerah.
Baca juga:
Nelly Syara Debut Lewat Single “Tak Harus Sempurna”, Angkat Pesan Menerima Diri Apa Adanya
Melalui penyelenggaraan Kejurnas Silat Harimau Minangkabau Indonesia, penyelenggara berharap nilai-nilai budaya, persaudaraan, serta karakter luhur yang terkandung dalam silat tradisional dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.