PHR Taklukkan Tantangan Pengeboran, Sumur Menggala South-21 Hasilkan Potensi Produksi
PHR Taklukkan Tantangan Pengeboran, Sumur Menggala South-21 Hasilkan Potensi Produksi 2.035 BOPD
PEKANBARU, Kacakmedia.com – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatatkan capaian positif dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui keberhasilan pengeboran sumur infill Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Berdasarkan hasil uji produksi awal, sumur tersebut menghasilkan potensi produksi sebesar 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen, yang menunjukkan kualitas minyak yang sangat baik.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu keberhasilan strategis PHR dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional melalui optimalisasi lapangan-lapangan produktif yang telah beroperasi di Blok Rokan.
Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menargetkan reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki. Pengeboran dimulai pada Juni 2026 dan berhasil diselesaikan pada 19 Juli 2026.
Selama proses pengeboran, tim menghadapi berbagai tantangan teknis, di antaranya long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, fault crossing, hingga risiko differential sticking pada interval produksi.
Melalui perencanaan teknis yang matang, penerapan metode pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi, seluruh tantangan tersebut dapat diatasi sehingga operasi berjalan aman, andal, dan efisien.
Baca juga:
PHR Jalankan 327 Program Pemberdayaan Masyarakat, Jangkau 10.000 Penerima Manfaat di Sumatra
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting masih memiliki prospek yang sangat baik dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.
“Keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi yang sangat baik. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara,” ujarnya.
Selain menghasilkan potensi produksi yang tinggi, proyek tersebut juga mencatatkan kinerja operasi yang melampaui target. Pengeboran berhasil diselesaikan 9 persen lebih cepat dibandingkan rencana awal dengan efisiensi biaya mencapai 44 persen.
Seluruh operasi menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja (zero incident), mencerminkan penerapan standar keselamatan yang konsisten.
Wilayah Kerja Rokan merupakan salah satu aset strategis sektor hulu migas Indonesia. Berdasarkan data PT Pertamina Hulu Rokan, wilayah operasi seluas sekitar 6.200 kilometer persegi tersebut memiliki sekitar 80 lapangan aktif, lebih dari 11.300 sumur, serta 35 gathering station. Produksi dari WK Rokan menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional, sehingga setiap tambahan produksi dari sumur baru maupun pengembangan lapangan eksisting memberikan kontribusi penting terhadap ketahanan energi Indonesia.
Keberhasilan Sumur Menggala South-21 juga memperkuat optimisme terhadap pengembangan lapangan-lapangan di area Menggala dan sekitarnya yang masih memiliki potensi cadangan untuk dioptimalkan.
Baca juga:
BPS: Inflasi Tahunan Juni 2026 Capai 3,34 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Pengamat komunikasi kebijakan energi dari Telkom University, Dr. Razie Razak, menilai keberhasilan pengeboran Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa optimalisasi lapangan migas eksisting masih menjadi strategi yang efektif untuk menjaga produksi minyak nasional di tengah tantangan penemuan cadangan baru.
Menurutnya, capaian produksi awal sebesar 2.035 BOPD tidak hanya mencerminkan keberhasilan teknis, tetapi juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko operasi melalui pemanfaatan teknologi, analisis data bawah permukaan, serta kolaborasi lintas disiplin.
“Keberhasilan Sumur Menggala South-21 memperlihatkan bahwa peningkatan produksi migas nasional tidak selalu harus bergantung pada penemuan lapangan baru. Optimalisasi lapangan eksisting melalui pengeboran infill yang didukung perencanaan geologi, teknologi pengeboran, dan manajemen operasi yang baik dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi Indonesia,” kata Dr. Razie Razak kepada Kacakmedia.com.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pengeboran lebih cepat dari target dengan efisiensi biaya yang tinggi mencerminkan semakin kuatnya penerapan operational excellence di industri hulu migas Indonesia.
“Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, keberhasilan seperti ini memberikan sinyal positif bahwa pengelolaan aset migas yang telah berproduksi masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila didukung inovasi teknologi, analisis data yang akurat, serta pengelolaan risiko yang disiplin,” ujarnya.
Menurut Dr. Razie, keberhasilan tersebut juga memiliki implikasi strategis terhadap pencapaian target lifting minyak nasional. Optimalisasi lapangan eksisting dinilai mampu memberikan tambahan produksi dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan eksplorasi wilayah baru yang umumnya membutuhkan investasi lebih besar serta waktu pengembangan yang lebih panjang.
Baca juga:
Nelly Syara Debut Lewat Single “Tak Harus Sempurna”, Angkat Pesan Menerima Diri Apa Adanya
Keberhasilan pengeboran Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting masih menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga produksi migas nasional. Selain meningkatkan efisiensi investasi, pendekatan tersebut memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui tambahan produksi domestik yang berkelanjutan, sekaligus mendukung target pemerintah dalam meningkatkan lifting minyak nasional.
- Lokasi: Wilayah Kerja Rokan, Riau
- Sumur: Menggala South-21
- Potensi Produksi: 2.035 BOPD
- Water Cut: 0 persen
- Reservoir: Formasi Menggala
- Kedalaman: 4.146 kaki
- Rig: GW-337 (550 HP Electric Rig)
- Penyelesaian Pengeboran: 19 Juli 2026
- Efisiensi Waktu: 9% lebih cepat dari target
- Efisiensi Biaya: 44%
- Keselamatan Kerja: Zero Incident
PHR menyatakan akan terus melakukan evaluasi bawah permukaan (subsurface) dan optimalisasi pengembangan lapangan di Wilayah Kerja Rokan guna meningkatkan produksi migas nasional. Dengan mengedepankan teknologi, keselamatan kerja, efisiensi operasi, dan prinsip keberlanjutan, perusahaan optimistis pengembangan lapangan-lapangan eksisting akan terus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung target peningkatan lifting minyak nasional.