Dr. Razie Razak Jadi Narasumber Kuliah Tamu KPI UIN Raden Intan Lampung, Bahas Media Relations dan Komunikasi Krisis
BANDAR LAMPUNG, kacakmedia.com – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung menggelar kegiatan kuliah tamu (Visiting Lecturer) dengan menghadirkan akademisi Telkom University, Dr. Razie Razak sebagai narasumber utama.
Mengusung tema “Public Relations: Media and Crisis Communication“, kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Dekanat FDIK UIN Raden Intan Lampung ini diikuti oleh mahasiswa KPI sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dalam memahami praktik hubungan masyarakat (public relations) yang relevan dengan tantangan komunikasi di era digital.
Dalam pemaparannya, Dr. Razie Razak menjelaskan bahwa hubungan antara praktisi humas dan jurnalis merupakan fondasi penting dalam membangun reputasi organisasi. Menurutnya, media relations bukan sekadar mengirim siaran pers, tetapi membangun hubungan profesional yang dilandasi kepercayaan, pemahaman terhadap karakter media, serta kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan kredibel.
“Praktisi humas harus memahami kebutuhan media, mengetahui kapan harus berkomunikasi, serta mampu menyediakan materi berita yang efektif dan relevan. Hubungan yang baik dengan jurnalis akan sangat menentukan kualitas komunikasi organisasi kepada publik,” ujar Dr. Razie Razak.
Materi kuliah tamu juga mengulas berbagai praktik media outreach, seperti mengenali karakter media, menyesuaikan pesan dengan konteks lokal, membatasi frekuensi kontak yang berlebihan, hingga pentingnya kesiapan menjawab pertanyaan wartawan dalam berbagai situasi. Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan hubungan media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis siaran pers, tetapi juga keterampilan membangun kepercayaan dan komunikasi jangka panjang.
Selain membahas media relations, Dr. Razie memberikan perhatian khusus pada isu komunikasi krisis yang semakin penting di era digital. Ia memperkenalkan dua teori utama dalam manajemen krisis, yaitu Image Repair Theory yang dikembangkan William Benoit serta Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dari Timothy Coombs.
Menurutnya, respons komunikasi yang tepat harus disesuaikan dengan tingkat tanggung jawab organisasi terhadap krisis yang terjadi. Strategi seperti tindakan korektif (corrective action), permintaan maaf (mortification), kompensasi, hingga transparansi menjadi instrumen penting dalam menjaga reputasi organisasi.
“Dalam situasi krisis, kecepatan, konsistensi pesan, empati, dan keterbukaan menjadi faktor yang sangat menentukan apakah kepercayaan publik dapat dipertahankan atau justru semakin menurun,” jelasnya.
Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, mahasiswa juga diajak mengikuti simulasi penanganan krisis melalui berbagai studi kasus, mulai dari kebocoran data pelanggan hingga kasus produk tercemar. Pendekatan role-playtersebut bertujuan melatih kemampuan berpikir strategis, menyusun pesan krisis, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dalam menghadapi tekanan media dan publik.
Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Faizal, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori komunikasi di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik profesional yang sesungguhnya. Kehadiran narasumber dari berbagai perguruan tinggi menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Subhan Arif, S.Ag., M.Ag., menilai bahwa materi mengenai media relations dan komunikasi krisis sangat relevan dengan kebutuhan lulusan komunikasi saat ini.
“Perkembangan dunia komunikasi berlangsung sangat cepat, terutama dengan hadirnya berbagai platform digital yang mengubah cara organisasi berinteraksi dengan publik. Karena itu, mahasiswa KPI perlu mendapatkan perspektif yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman dan praktik di lapangan,” kata Subhan Arif.
Ia menambahkan bahwa kompetensi komunikasi strategis menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang nantinya akan berkiprah di berbagai sektor.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan profesi komunikasi di era digital, sekaligus memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar siap bersaing dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI UIN Raden Intan Lampung diharapkan mampu memahami pentingnya membangun hubungan media yang sehat, mengelola komunikasi krisis secara efektif, serta menjaga reputasi organisasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Baca Juga:
Dr. Razie Razak Bahas Kepemimpinan Transformasi Digital pada Visiting Lecturer UIN Raden Intan Lampung
Dr. Razie Razak Jadi Visiting Lecturer Program Doktor PMI UIN Raden Intan Lampung, Bahas Strategi Humas dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Digital
Telkom University dan PT Safwan Berkah Indonesia Perkuat Literasi Al-Qur’an melalui Animasi Edukatif Berbasis Media Sosial
Telkom University Gelar Pengabdian Masyarakat di TPA Masjid Al-Istiqomah, Hadirkan Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Animasi Digital