Dr. Razie Razak Resmi Dilantik sebagai Ketua SHMI Kota Bandung
Insiden Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Kelalaian SOP Jadi Sorotan Utama
BANDUNG, kacakmedia.com – Publik dikejutkan oleh pengakuan seorang ibu bernama Nina Saleha (27) yang mendapati bayinya nyaris dibawa pulang oleh orang lain di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (8/4/2026). Peristiwa tersebut memicu gelombang kritik terkait prosedur keamanan dan etika pelayanan di rumah sakit rujukan.
Kejadian bermula saat Nina hendak menjemput bayinya yang telah menjalani perawatan selama empat hari. Namun, saat kembali dari ruang tunggu, ia mendapati bayinya sudah berada dalam gendongan orang asing yang bersiap untuk pulang.
Berdasarkan keterangan korban dan pihak manajemen, terdapat beberapa poin krusial yang menyelimuti insiden tersebut Nina mengaku memiliki firasat buruk saat sedang keluar untuk makan, sehingga ia memutuskan kembali ke ruangan lebih cepat. Ia mendapati bayinya sedang digendong orang lain dengan selimut yang ia kenali.
Gelang identitas bayi diketahui sudah dilepas/digunting oleh perawat sebelum surat kepulangan resmi terbit, yang seharusnya menjadi alat verifikasi utama. Pihak perawat berdalih telah memanggil nama Nina berulang kali namun tidak ada respons, sehingga bayi tersebut diserahkan kepada pihak lain yang juga sedang mengurus kepulangan. Saat pasien dalam kondisi panik, seorang oknum satpam diduga meminjam ponsel korban dan mengubah penilaian Google Review layanan rumah sakit dari bintang empat menjadi bintang lima.
Manajemen RSHS telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui adanya kelalaian prosedur dalam penyerahan pasien.
“Kami telah menonaktifkan sementara perawat yang terlibat untuk menjalani pengkajian mendalam bersama Komite Keperawatan. Ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi kami,” ujar perwakilan manajemen RSHS.
Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan sebagai evaluasi mutu layanan kesehatan nasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali.