BPS: Produksi Padi dan Jagung Januari–April 2026 Naik Tipis, Prospek Panen Tiga Bulan ke Depan Menurun
Jakarta, Kacakmedia.com – Badan Pusat Statistik melaporkan produksi padi dan jagung nasional sepanjang Januari hingga April 2026 masih menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, BPS memperkirakan potensi luas panen dan produksi kedua komoditas tersebut pada periode Mei hingga Juli 2026 akan mengalami penurunan.
Berdasarkan data BPS, realisasi luas panen padi pada April 2026 tercatat seluas 1,40 juta hektare atau turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 1,65 juta hektare.
Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi padi pada April 2026 juga turun 16,03 persen menjadi 7,63 juta ton gabah kering giling (GKG), dari sebelumnya 9,09 juta ton GKG pada April 2025.
Produksi beras pada bulan yang sama tercatat sekitar 4,40 juta ton atau turun 16 persen dibandingkan April tahun lalu.
Namun secara kumulatif, kinerja produksi padi masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Selama Januari–April 2026, luas panen padi mencapai 4,51 juta hektare atau meningkat 0,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi padi nasional tercatat sebesar 24,36 juta ton GKG atau naik 0,12 persen, sedangkan produksi beras mencapai 14,03 juta ton atau meningkat 0,12 persen dibandingkan Januari–April 2025.
Potensi Panen Padi Menurun
BPS memperkirakan luas panen padi pada periode Mei–Juli 2026 mencapai 2,69 juta hektare atau turun 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, potensi produksi padi diperkirakan sebesar 13,75 juta ton GKG atau turun 1,14 persen. Produksi beras selama periode tersebut diproyeksikan mencapai 7,92 juta ton atau turun 1,16 persen.
Produksi Jagung Masih Tumbuh
Untuk komoditas jagung, BPS mencatat realisasi luas panen pada April 2026 mencapai 0,24 juta hektare atau meningkat 4,90 persen dibandingkan April 2025.
Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada April 2026 mencapai 1,38 juta ton atau naik 8,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, produksi jagung nasional selama Januari–April 2026 mencapai 6,02 juta ton JPK KA 14 persen atau meningkat tipis sebesar 0,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Prospek Jagung Tiga Bulan ke Depan
Meski mencatat pertumbuhan pada awal tahun, potensi produksi jagung pada Mei–Juli 2026 diperkirakan mengalami penurunan.
BPS memperkirakan luas panen jagung pada periode tersebut mencapai 0,65 juta hektare atau turun 4,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen diperkirakan mencapai 3,74 juta ton atau turun 7,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data tersebut menunjukkan sektor pertanian nasional masih mampu menjaga pertumbuhan produksi padi dan jagung pada awal 2026, meskipun tantangan penurunan luas panen dan produksi diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.