Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah, Sebut Fondasi Ketahanan Pangan
BNPB: Pembangunan Huntara Korban Gempa Sigi Dimulai, Gempa Susulan Capai 1.349 Kali
SIGI, kacakmedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendampingi percepatan penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Memasuki hari kedelapan masa tanggap darurat, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak resmi dimulai melalui peletakan batu pertama di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Rabu (24/6/2026).
Baca juga:
Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah, Ribuan KK Kesulitan Air Bersih
Pembangunan huntara tahap pertama dilakukan untuk 50 unit rumah berdasarkan data penerima bantuan yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Pemerintah Kabupaten Sigi. Sementara itu, proses pendataan untuk tahap berikutnya masih terus berlangsung.
Selain pembangunan hunian sementara, pemerintah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Baca juga:
Atalia Praratya Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
Perbaikan infrastruktur darurat seperti pemasangan bronjong dan perbaikan jaringan air bersih di Kecamatan Nokilalaki juga mulai dilaksanakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, tim gabungan melakukan upaya mitigasi dengan membuka bendung alami akibat longsoran di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi banjir bandang saat hujan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya mengingatkan pentingnya mengantisipasi ancaman bencana susulan akibat material longsor yang menahan aliran sungai.
“Masalah potensi banjir bandang itu jangan dilupakan. Kalau kemudian hujan lalu air tertahan oleh material longsoran di atas, kemudian bisa terjadi banjir bandang nanti muncul korban baru,” ujarnya.
Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah, Sebut Fondasi Ketahanan Pangan dan Energi
Pelayanan kesehatan dan distribusi logistik bagi warga terdampak juga terus berlangsung. Ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat dipastikan mencukupi hingga masa tanggap darurat berakhir pada 30 Juni 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan tahap ketiga berupa mobil dapur umum, handy talky, tenda pengungsi, sembako, matras, selimut, hingga peralatan pendukung lainnya kepada TNI, BPBD, dan pemerintah daerah.
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 1.349 gempa susulan sejak gempa utama yang terjadi pada 16 Juni 2026. Sebanyak 49 gempa dirasakan masyarakat dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 5,3.
Baca juga:
Alam Takambang Jadi Guru: Filosofi Minangkabau yang Tetap Relevan di Era Digital
Dampak gempa di Kabupaten Sigi hingga saat ini tercatat mencapai 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa terdampak.
Kerusakan bangunan meliputi 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat. Selain itu, terdapat kerusakan pada 110 rumah ibadah, 35 sekolah, 10 puskesmas, 19 gedung perkantoran, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sigi masih menetapkan status tanggap darurat gempa bumi hingga 30 Juni 2026. BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendampingi proses penanganan darurat sekaligus mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.