Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah, Sebut Fondasi Ketahanan Pangan
Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah, Ribuan KK Kesulitan Air Bersih
JAKARTA, kacakmedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 19–20 Juni 2026. Bencana hidrometeorologi kering berupa kekeringan menjadi perhatian utama di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kekeringan melanda Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur dan Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas. Sebanyak 567 kepala keluarga (KK) dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Warga Panik dan BPBD Masih Data Kerusakan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai pihak untuk mendistribusikan bantuan air bersih. Saat ini tersedia penampungan air berkapasitas 4.000 liter yang ditempatkan di tiga titik lokasi.
Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Purbalingga. BPBD setempat mencatat sebanyak 102 KK atau 398 jiwa di Desa Kutabawa dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
baca juga:
Jawa Alami Pemadaman Bergilir: Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Dua PLTU Besar Mengalami Gangguan Teknis
Sebagai langkah penanganan, BPBD Purbalingga telah menyalurkan dua truk tangki air bersih dengan total 10.000 liter kepada warga terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, distribusi air bersih terus dilakukan sejak Mei 2026. BPBD Bondowoso mencatat telah menyalurkan sekitar 330.000 liter air bersih kepada 3.238 KK yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Botolinggo, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Maesan, Tlogosari, Wringin, Prajekan, dan Curahdami.
Selain kejadian kekeringan, BNPB juga menerima laporan cuaca ekstrem di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Seorang warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Timur dilaporkan meninggal dunia akibat diduga tersambar petir saat pulang dari aktivitas melaut pada Kamis (18/6).
BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan disertai petir dan angin kencang. Nelayan dan masyarakat pesisir diminta memantau prakiraan cuaca sebelum melaut.
Sementara bagi daerah yang telah memasuki musim kemarau, BNPB meminta masyarakat menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, serta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko, patroli terpadu, serta memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, relawan, dan BPBD setempat.
Baca juga:
Telkom University dan PT Safwan Berkah Indonesia Perkuat Literasi Al-Qur’an melalui Animasi Edukatif Berbasis Media Sosial