Perbankan Syariah Tumbuh Pesat, Aset Tembus Rp1.061 Triliun pada 2026
Perbankan Syariah Tumbuh Pesat, Aset Tembus Rp1.061 Triliun pada 2026
JAKARTA, kacakmedia.com – Industri perbankan syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan syariah nasional kini telah menembus Rp1.061,61 triliun hingga Maret 2026.
Pertumbuhan aset tersebut naik 10,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pembiayaan perbankan syariah juga meningkat menjadi Rp716,40 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp811,76 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pertumbuhan ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah di Indonesia.
“Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri perbankan syariah nasional,” ujarnya.
OJK juga menilai kualitas pembiayaan industri perbankan syariah tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang masih berada di level aman.
Di sisi lain, penguatan industri terus dilakukan melalui pembentukan bank syariah baru, konsolidasi BPR Syariah, hingga pengembangan produk investasi berbasis syariah.
Tak hanya itu, perbankan syariah juga semakin aktif mendukung sektor UMKM. Hingga Maret 2026, total pembiayaan UMKM dari industri perbankan syariah tercatat mencapai Rp217,86 triliun.
Menurut OJK, pertumbuhan industri perbankan syariah diharapkan mampu memperkuat ekonomi nasional sekaligus memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah bagi masyarakat Indonesia.