BPS: Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melambat, Jumlah Penduduk Capai 284,67 Juta
BPS: Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melambat, Jumlah Penduduk Capai 284,67 Juta Jiwa
JAKARTA, kacakmedia.com – Badan Pusat Statistik merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus 2025 (SUPAS 2025) yang menunjukkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia mengalami perlambatan.
Berdasarkan data terbaru tersebut, jumlah penduduk Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 284,67 juta jiwa. Sebanyak 55,65 persen penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
BPS mencatat laju pertumbuhan penduduk Indonesia berada di angka 1,08 persen per tahun, sedikit melambat dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) yang mencapai 1,10 persen.
Selain itu, struktur penduduk Indonesia saat ini didominasi generasi muda. Sekitar 68,92 persen penduduk merupakan kelompok Generasi Z, Milenial, dan Post-Gen Z.
BPS juga mencatat rasio ketergantungan penduduk pada 2025 mencapai 45,05. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif. Angka tersebut meningkat dibandingkan LF SP2020 yang sebesar 44,33.
Dalam indikator fertilitas, Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) turun menjadi 2,13 dari sebelumnya 2,18 pada LF SP2020. Penurunan ini terutama dipengaruhi menurunnya angka kelahiran pada perempuan usia 15–19 tahun dan 20–24 tahun.
Di sektor kesehatan, indikator kematian bayi dan ibu melahirkan juga menunjukkan tren membaik. Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) turun menjadi 14,12 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, dibandingkan 16,85 pada LF SP2020.
Sementara itu, Angka Kematian Ibu Melahirkan atau Maternal Mortality Ratio (MMR) juga mengalami penurunan menjadi 144 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan pendataan SP2010 yang mencapai 346 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.
BPS turut mencatat peningkatan angka migrasi internasional, baik migrasi masuk maupun keluar Indonesia. Dari sisi migrasi domestik, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan persentase migrasi keluar antarprovinsi terbesar.
SUPAS 2025 sendiri merupakan pendataan kependudukan yang dilakukan di antara dua periode sensus penduduk untuk memperoleh berbagai indikator demografi, seperti fertilitas, mortalitas, dan mobilitas penduduk Indonesia.