Atlet Singapura Nur Aniqah Qistina Raih Medali Perak di Belgium
May Day Bandung Ricuh: Massa Berbaju Hitam Rusak Fasilitas, Mahasiswa Kepung DPRD Jabar
BANDUNG, Kacak Media – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung berakhir ricuh pada Jumat malam, 1 Mei 2026. Aksi yang awalnya berjalan tertib di depan Gedung DPRD Jawa Barat tersebut memanas setelah disusupi kelompok massa tidak dikenal.
Aksi ini didominasi oleh elemen mahasiswa sebagai bentuk solidaritas terhadap kaum buruh. Mereka menuntut perbaikan sistem ketenagakerjaan yang dinilai belum menyejahterakan pekerja.
Empat Tuntutan Utama Massa aksi mengusung empat poin krusial yang mendesak untuk segera disikapi pemerintah:
- Kesejahteraan Buruh: Mendesak regulasi yang lebih berpihak pada pekerja.
- Hapus Outsourcing: Menolak sistem kerja kontrak dan alih daya.
- Reformasi Pajak: Menuntut transparansi pajak dan perluasan jaminan sosial.
- Regulasi Ojek Online: Mendesak perlindungan hukum terkait tarif dan kesejahteraan mitra pengemudi.
“Kami berdiri di sini karena suara buruh adalah suara kita semua. Jangan biarkan regulasi hanya menguntungkan pemilik modal,” ujar salah satu orator di atas mobil komando.
Situasi mulai tidak terkendali saat memasuki waktu petang ketika massa aksi mulai melakukan pembakaran ban. Kericuhan pecah saat kelompok massa berpakaian hitam mulai melakukan tindakan provokatif dan anarkis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa merusak sebuah pos polisi di area Gasibu dan menghancurkan layar videotron publik. Bentrok fisik sempat terjadi saat polisi berupaya membubarkan kerumunan karena telah melewati batas waktu unjuk rasa. Kobaran api dari ban bekas juga sempat menutup akses jalan utama, menyebabkan kemacetan total di kawasan sekitarnya.
Petugas dari Polrestabes Bandung akhirnya membubarkan massa secara paksa untuk mencegah kerusakan lebih luas. Hingga pukul 21.00 WIB, petugas masih bersiaga di titik-titik rawan.
Sejumlah orang yang diduga provokator telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, petugas kebersihan mulai membersihkan sisa material unjuk rasa dan akses Jalan Diponegoro mulai dibuka secara bertahap.