Atlet Singapura Nur Aniqah Qistina Raih Medali Perak di Belgium
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Tabrak KRL Cikarang Line, 15 Orang Tewas
BEKASI, Kacak Media — Dunia transportasi tanah air berduka. Kecelakaan tragis melibatkan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line relasi Cikarang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Hingga Selasa siang, data resmi menunjukkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Insiden ini tercatat sebagai salah satu kecelakaan kereta api paling parah dalam beberapa tahun terakhir, yang mengakibatkan lumpuhnya jalur distribusi penumpang dari arah Jakarta menuju Cikarang maupun sebaliknya.
Kecelakaan ini dipicu oleh insiden beruntun yang bermula di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi. Sekitar pukul 20.30 WIB, sebuah taksi dilaporkan tertabrak KRL, sehingga rangkaian KRL relasi Kampung Bandan–Cikarang harus berhenti darurat di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk penanganan.
Namun, pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek (rute Gambir–Surabaya Pasarturi) melaju di jalur yang sama. Lokomotif bernomor CC 20613 86 menghantam keras bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Benturan tersebut dilaporkan sangat kuat hingga bagian lokomotif menembus gerbong belakang KRL, yang merupakan gerbong khusus wanita.
Polda Metro Jaya bersama tim medis dan PT KAI merilis pembaruan dampak insiden sebagai berikut:
- Korban Jiwa: 15 orang meninggal dunia, mayoritas adalah penumpang di gerbong belakang KRL.
- Korban Luka: Sedikitnya 84 orang mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Bella.
- Kerusakan Armada: Gerbong belakang KRL hancur total, sementara lokomotif Argo Bromo Anggrek mengalami kerusakan serius di bagian depan.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dan telah dievakuasi menggunakan rangkaian kereta pengganti menuju Surabaya.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf mendalam dan menjamin seluruh biaya pengobatan serta santunan korban akan ditanggung sepenuhnya.
“Fokus utama kami adalah penanganan korban dan pemulihan jalur. Tim internal bersama KNKT sedang mendalami penyebab mengapa sistem persinyalan atau koordinasi tidak mampu mencegah benturan tersebut,” ujar Bobby kepada media.
Petugas gabungan masih terus berupaya mengangkat material kereta dari rel guna menormalisasi jadwal perjalanan yang hingga kini masih terganggu.