Transmigran Nobar Piala Dunia 2026, Wamen Viva Yoga: Sportivitas dan
Firman Soebagyo Dukung Buku Panduan Program Sosial Berkelanjutan Presiden Prabowo untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
JAKARTA, Kacakmedia.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa negara harus hadir secara konsisten dalam menjalankan program sosial yang berkelanjutan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Hal tersebut disampaikan Firman saat menanggapi peluncuran Buku Panduan Lengkap Penerima Manfaat Program Kemanusiaan Berkelanjutan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan program perlindungan sosial di Indonesia.
Firman mengatakan kehadiran negara tidak boleh bersifat sementara atau hanya muncul pada momentum tertentu, melainkan harus diwujudkan melalui program yang terencana, terukur, dan berkesinambungan.
“Negara tidak boleh hadir hanya saat ada bencana atau menjelang pemilu. Kehadiran negara dalam program sosial harus konsisten, terukur, dan berkesinambungan. Itu amanat konstitusi kita,” ujar Firman dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Buku Panduan Jadi Acuan Program Sosial
Menurut Firman, buku panduan tersebut dapat menjadi road map bagi kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaksana di lapangan dalam menjalankan berbagai program sosial pemerintah.
Buku tersebut memuat informasi mengenai kelompok penerima manfaat, jenis program, mekanisme pelaksanaan, hingga sistem pengawasan yang diharapkan mampu mencegah tumpang tindih kebijakan sekaligus memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Baca juga:
Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Triwulan III 2026, Qodari: Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
Firman menilai keberadaan pedoman tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, terutama fakir miskin, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan petani kecil.
“Buku ini sangat penting. Di dalamnya jelas siapa penerima manfaat, apa saja programnya, bagaimana mekanismenya, dan bagaimana pengawasannya. Ini bentuk konsistensi pemerintah agar program sosial tidak tumpang tindih dan tepat sasaran,” katanya.
Baca juga:
Nelly Syara Debut Lewat Single “Tak Harus Sempurna”, Angkat Pesan Menerima Diri Apa Adanya
Tiga Prinsip Utama Program Sosial
Firman menjelaskan terdapat tiga prinsip utama yang perlu menjadi dasar pelaksanaan program sosial pemerintah, yakni berkelanjutan, berkeadilan, serta transparan dan akuntabel.
Menurutnya, prinsip keberlanjutan berarti setiap program harus memiliki perencanaan jangka panjang sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara terus-menerus oleh masyarakat.
Sementara itu, prinsip keadilan diwujudkan dengan memberikan prioritas kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan sebagai implementasi nilai keadilan sosial.
Adapun prinsip transparansi dan akuntabilitas dinilai penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program, sekaligus memastikan pemerintah daerah memiliki standar yang sama dalam menyalurkan bantuan.
Baca juga:
PHR Jalankan 327 Program Pemberdayaan Masyarakat, Jangkau 10.000 Penerima Manfaat di Sumatra
Firman berharap kehadiran buku panduan tersebut dapat menjadi pedoman bersama sehingga program sosial pemerintah berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Konsistensi itu kuncinya. Kalau programnya ganti-ganti nama dan putus di tengah, rakyat yang bingung. Dengan buku panduan ini, saya berharap program sosial kemanusiaan benar-benar menjadi payung pelindung rakyat,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Firman juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pengentasan kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial sebagai salah satu prioritas dalam pemerintahan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.